Iman Is Imun: Kunci Sehat Masa Kini

Iman Is Imun: Kunci Sehat Masa Kini

Ilmu kedokteran semakinn hari perkembangannya semakin pesat, salah satunya dunia kesehatan serba moderen. Tetapi hal itu akan berbanding kebalik, artinya kualitas kesehatan manusia juga semakin menurun, karena dipengaruhi beberapa hal, diantaranya; buruknya kualitas lingkungan, secara otomatis kesehatan manusia juga menurun dan dipengaruhi Gaya hidup (LifeStyle) kebiasaan buruk, yang dimiliki manusia itu sendiri. Kenyataan ini sudah tidak bisa ditampik lagi karena secara empiris semua orang mengalami hal tersebut.

Perkembangan Ilmu Kedokteran juga seiring dengan banyaknya orang yang untuk pergi berobat di rumah sakit. Hal tersebut berbanding kebalik dengan kenyataan dan cita-cita Dunia medis. Dalam hal ini, bisa di lihat pesatnya pembangunan infrastruktur gedung yang selalu dipenuhi orang-orang berobat.

Sangat ironis, orang yang pergi berobat di RS tidak pandang usia, banyak usia setengah baya yang terkena penyakit Degeneratif, bahkan usia anak-anak pun juga menjadi perhatian husus bagi dunia kesehatan karena sangat rentan. Dengan tegas kuwalitas kesehatan manusia kita kurang baik.

Kuncinya, yakni, “lemahnya imun manusia maka akan mudah terserang penyakit dan mudah jatuh sakit,” kebalikannya, “Jika imun kuat maka manusia tidak mudah jatuh sakit, sudah dipastikan sehat”. Oleh sebab itu derajad kesehatan manusia dipengaruhi kondisi eksternal dan internal serta kebiasaan sehari-hari.

Keadaan tubuh ini sangat perlu  ada keseimbangan antara Jasmani dan Rohani. Tidak bisa melepaskan Jiwa dan Raga kita tergantung usaha atau upaya dari diri manusia dalam menjaga kesehatan tubuh.

Demikian sedikit narasi  yang ada dari pengalaman di dalam keseharian kita. Sebagian besar kita akan bertumbrukan dengan hal tersebut. tak heran jika kita adalah menjadi salah satu obyeknya.

Tidak habis disitu karena kita mempunyai beberapa sudut pandang lain yakni memadukan antara kaidah klinis dan kaidah dogma teologis. Maka kita akan membahasnha satu persatu.

***

Sambil berlalu, kita akan bicara persepektif Dogma Agama Islam (Ilahiah) yang berkenaan dengan rohani manusia, bahwa manusia memang tidak bisa dilepaskan dengan  yang namanya Qondo’ dan Qodar oleh Alloh Swt. Dalam kehidupan manusia sudah pasti dihadapkan sebuah ketetapan takdir, hukum-hukum dan aturan (regulasi). Ketetapan, pastinya sudah diatur (dicatat) oleh syang maha kuasa Allah swt “azza wa jalla”. Semua itu sudah tercatat sejak zaman azali (old) tentang suatu hal yang yang berada di alam jagad ini, baik dan buruk, dan kematian dan hidup.

  1. Iman

Definisi Iman Menurut bahasa iman bererti pembenaran hati. Sedangkan menurut istilah, iman adalah:

تَصْدِيْقٌ بِاْلقَلْبِ، وَإِقْرَارٌ بِاللِّسَانِ، وَعَمَلٌ بِاْلأَرْكَانِ.

“Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan.” Ini adalah pendapat jumhur. Dan Imam Syafi’i meriwayatkan ijma’ para sahabat, tabi’in dan orang-orang sesudah mereka yang se-zaman dengan beliau atas pengertian tersebut.

Penjelasan Definisi Iman,“Membenarkan dengan hati” maksudnya menerima segala apa yang dibawa oleh Rasulullah saw”,  bahwa ketentuan semua ini adalah takdir akan tetatapi Alloh telah memberi kesempatan pada manusia takdir tersebut bisa dirubah dengan usaha sesui dengan keyakinannya dan akalinya.

Contoh:  Madu adalah salah satu obat yang terbaik dan merupakan anjuran Alloh Swt, bahwa Madu dijadikan suatu obat yang sangat baik dan bisa menyembuhkan, ini merupakan keyakinan kita dan keimanan kita karena keyakinan ini bersumber dari Al Qur’an atau Wahyu, berarti, ini meyakini dan mengimani. Jika hal tersebut tidak mampu diimani maka hasiat madu akan belum tau hasilnya, tetapi semua manusia percaya dan yakin bahwa madu bisa bermanfaat salah satunnya menyembuhkan.

Oleh sebab itu kita akan menyinggung mempreteli tentang suatu hal diantaranya yang berkenaan dengan  ajaran dan tuntunan atau dogma agama seperti

Qada : Mempunyai arti seperti hukum, ketetapan, perintah, kehendak, pemberitahuan dan penciptaan.Sedangkan Menurut istilah; Qada’ adalah ketentuan dan ketetapan Allah SWT dari sejak zaman azali (old) atas segala sesuatu yang ada kaitan dengan iradah atau kehendak-Nya, baik itu baik dan buruk, hidup dan mati, manis dan pait, dan seterusnya.

Qadar Artian dalam bahasa : adalah kepastian, peraturan dan ukuran. Menurut istilah qadar adalah suatu perwujudan ketetapan (qada) terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan makhluk-Nya yang telah ada sejak zaman Azali dan pastinya sesuai dengan iradah-Nya.

   2. Imunitas / kekebalan yaitu suatu sistem dan mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh kondisi biologis luar dengan mengidentifikasi dan dengan kerja sistem tertentu membunuh dan melawan proses terjadinya penyakit (patogen). Setiap manusia mempunyai sistem demikian.

Sumber: Wikipedia

Sistem tersebut mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi normal. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar dapat menginfeksi organisme.

Untuk selamat dari tantangan ini,  dari  mekanisme telah berevolusi yang menetralkan patogen. Bahkan organisme uniselular seperti bakteri dimusnahkan oleh sistem enzim yang melindungi terhadap infeksi virus. Mekanisme imun lainnya yang berevolusi pada eukariota kuno dan tetap pada keturunan modern, seperti tanaman, ikan, retil dan serangga. Mekanisme tersebut termasuk peptida antimikrobial yang disebut defensin, fagositosis, dan sistem komplemen.[1] Mekanisme yang lebih kompleks berkembang secara relatif baru-baru ini, dengan adanya evolusi vertebrata. Imunitas vertebrata seperti manusia berisi banyak jenis protein, sel, organ tubuh dan jaringan yang berinteraksi pada jaringan yang rumit dan dinamis. Sebagai bagian dari respon imun yang lebih kompleks ini, sistem vertebrata mengadaptasi untuk mengenali patogen khusus secara lebih efektif. Proses adaptasi membuat memori imunologis dan membuat perlindungan yang lebih efektif selama pertemuan dengan patogen berikutnya. Proses imunitas perolehan adalah dasar dari vaksinasi.

 

Sumber: Human body

Jika sistem imun melemah, kemampuannya untuk melindungi tubuh juga berkurang, membuat patogen, termasuk virus yang menyebabkan penyakit. Penyakit defisiensi imun muncul ketika sistem imun kurang aktif daripada biasanya, menyebabkan munculnya infeksi. Defisiensi imun merupakan penyebab dari penyakit genetik, seperti severe combined immunodeficiency, atau dipicu oleh obat atau infeksi, seperti sindrom defisiensi imun dapatan (AIDS) yang disebabkan oleh retrovirus HIV.

 

Penyakit autoimun menyebabkan sistem imun yang hiperaktif menyerang jaringan normal seperti jaringan tersebut merupakan benda asing. Penyakit autoimun termasuk rheumatoid arthritis, diabetes melitus tipe 1 dan lupus erythematosus. Peran penting imunologi tersebut pada kesehatan dan penyakit adalah bagian dari penelitian.

Kenapa demikian, karena juga tidak bisa ditampik bahwa kita pasti berusaha Alloh yang menentukanya sebab jika imun lemah maka radikal bebas yang berada di lingkungan kita akan meyerang pertahanan manusia. Itu menjadi sebuah tabi’at manusia. Sehingga keadaan itu akan mempengaruhi dari pola pikir manusia itu sendiri. Berarti bahwa manusia itu sendiri yang mempengaruhi keadaan, baik jasmaniahnya dan rohaniahnya.

Oleh sebab itu dari beberapa pengetahuan diatas antara Iman dan Imun harus saling berkaitan dan menjadi keterpaduan yang harus dimiliki setiap manusia. Bisa jadi Iman Is Imun ini adalah salah satu solusi kesehatan manusia dizaman Now dengan tegas, “ Manusia yang Berusaha Alloh yang menentukanya”.

Reaksi dari menerapkan Iman Is Imun itu adalah manusia selalu mengedepankan antara mental dan sepiritualnya, sehingga muncul sikap rasional ilmiah dengan sikap ilahiahnya.

Meletakkan dasar pemikiranya dan berfikirnya untuk mengamati keadaan terkait suatu gejala yang ada sehingga dengan pengalaman empirisme, tanpa melepaskan akali, yakni dengan contoh pemaparan sistem imunitas diatas.

Jika sepiritualnya diterapkan bisa dilihat gejala sikap yang dilakukan bahwa dia mampu meyakini suatu hal, dan memusatkan suatu  kepada shang holiq atau Alloh swt. Karena tidak ada kekuatan lain di jagad alam ini  yang paling hebat melainkan kekuatan Alloh swt.

Dari itulah bahwa sebenarnya terkait dengan Iman is imun yang memang menjadi landasan berfikir dan diletakkan di dalam diri manusia yang membentuk mental manusia. tanpa bersinggungan dengan hal-hal hurufat dan bid’ah. Yang jelas mengkonstruk pola pikir Ilmiah dan Ilahiah.

Refrensi: ( Buku Athibunnabawy, Wikipedia, Sebentarsaja.com, halaqahmuntijah.com, Human Body, NHC Tuban)

Wallohu a’lam

 

Oleh : Ahmad Juremi

NHC Center 

Satu tanggapan untuk “Iman Is Imun: Kunci Sehat Masa Kini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *