Faham Pengetaahuan Gizi, Sebuah Tips Untuk Menyambut Kehadiran Anak 

Faham Pengetaahuan Gizi, Sebuah Tips Untuk Menyambut Kehadiran Anak

 Saat Kehadiran Anak Adalah Ujian.

Anak adalah salah satu buah hati yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Maka, Fase Anak  yang harus disiapkan secara baik dan diperhatikan oleh orang tua adalah mengasuhnya dan memberikan makanan yang bergizi. Karena, salah satu cara yang harus dilampoi dan dilakukan oleh orang tua dalam mengurus anak sebelum beranjak dewas.

Kehadiran anak adalah ujian : Anak adalah masa-masa pertumbuhan dan labil yang tidak bisa dianggap sepele. Oleh sebab itu, hal tersebut sangat penting untuk perkembanganya. Sehingga anak harus diperhatikan dari segi aspek diantaranya; Gizi, Pendidikan, Kesehatan dan Asih serta Asuh.

Memeberikan pendidikan saja dirasa tidak cukup. Salah satu agar Anak sehat dan bisa tumbuh dengan baik maka  asupan gizi jangan sampai kekurangan. Artinya peran orang tua terhadap anak sangat berarti dalam memberikan dan mensuport anak agar tumbuh kembang  diharapkan. Dari situlah penentu anak tumbuh dengan baik.

Dalam kajian ilmu Gizi yang memang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan untuk anak adalah sebagai berikut.

Baca Juga : Kehadiran anak adalah ujian

1. Zat Kalsium : Salah satu Zat yang berguna untuk perkembangan tulang dimasa anak-anak.

Fungsi kalsium memang sangat berarti bagi anak meskipun yang dibutuhkam dalam jumblah kecil. Karena Kalsium, berfungsi membantu memadatkan tulang didalam masa pertumbuhan, sebagai suport fungsi otot dan meningkatkan kinerja Jantung.

Jika asupan gizi kalsium mengalami kekurangan maka ada dampak tersendiri sehingga perlunya memperhatikan gizi anak, salah satu ciri anak kekurangan kalsium adalah bisa osteoporosis dan tulangnya keropos. Maka peran orang tua untuk hadir didalam pertumbuhan anak sanagat penting.

Di Indonesia sumber kalsium sangat melimpah ruah salah satunya  Sumber utama kalsium adalah semua produks susu; Susu Sapi, Susu Kedelai, Susu Kambing dan ASI (Air Susu Ibu)

Kebutuhan kalsium tergantung dengan usia anak, menurut data dsri Kementerian Kesehatan adalah: Usia 0-6 bulan: 200 mg/hari, Usia 7-11 bulan: 250 mg/hari, Usia 1-9 tahun: 500 mg/hari, Usia 10-18 tahun: 1200 mg/hari.

2. Vitamin D, membantu penyerapan kalsium dalam tubuh. Vitamin D sangat berperan dalam membantu penyerapan kalsium yang ada di dalam makanan, kemudian kalsium membentuk tulang menjadi lebih kuat dan padat. Sedangkan Vitamin D banyak ditemukan di berbagai macam  susu, selain itu bisa didapat dengan murah  yakni sinar matahari.

Sedangkan Vitamin D yang dibutuhkan oleh anak yaitu sebagai berikut : Usia 0-11 bulan: 5 mg/hari, Usia 1-18 tahun: 15 mg/hari

3. Zat Protein

Pasti anda tidak asing yang namanya protein, Protein adalah salah satu  zat gizi makro yang berfungsi untuk membangun dan  memperbaiki jaringan yang mati. Dalam reaksi tubuh, protein yang masuk akan diubah menjadi asam amino. Asam amino ini yang akan menjadi bahan utama  tubuh guna membangun sel-sel baru dan jaringan. Banyak risert telah membuktikan bahwa anak yang diberikan makanan yang cukup protein, salah satunya protein hewani, memiliki rata-rata tinggi yang normal bahkan lebih tinggi dari anak-anak seusianya. Sedangkan anak yang tidak mendapatkan asupan protein yang cukup cenderung lebih pendek dan kerdil

Berikut ini salah satu standart acuanya untuk kebutuhan anak. Usia 0-6 bulan: 12 gram/hari, Usia 7-11 bulan: 18 gram/hari, Usia 1-3 tahun: 26 gram/hari, Usia 4-6 tahun: 35 gram/hari, Usia 7-9 tahun: 49 gram/hari

Untuk itu klasifikasi Usia 10-12 tahun: 56 gram/hari (laki-laki), 60 gram/hari (perempuan), sedangkan Usia 13-15 tahun: 72 gram/hari (laki-laki), 69 gram/hari (perempuan), serta Usia 16-18 tahun: 66 gram/hari (laki-laki),59 gram/hari (perempuan).

4. Serat, ini kompleks tapi sederhana serat adalah salah satu zat gizi yang diperlukan anak. Sebenarnya, serat adalah bagian dari karbohidrat, tetapi zat gizi ini tergolong dengan karbohidrat kompleks tanpa kalori. Sebuah penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup

5. Antioksidan, sebagai penangkal sakit

Antioksidan adalah betakaroten, vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, likopen, dan selenium. Fungsinya mencegah penyakit degeneratif

6. Zat besi,

Zat besi yang ada di dalam tubuh, sekitar 70%-nya berbentuk hemoglobin yang berada di dalam darah. Hemoglobin merupakan zat yang berfungsi untuk mendistribusikan makanan serta oksigen ke seluruh tubuh. Untuk kebutuhan zat besi anak:

Usia 7-11 bulan: 7 mg/hari, Usia 1-3 tahun: 8 mg/hari, Usia 4-6 tahun: 9 mg/hari, Usia 7-9 tahun: 10 mg/hari, Usia 10-12 tahun:  13 mg/hari (laki-laki), 20 mg/hari (perempuan), Usia 13-15 tahun: 19 mg/hari (laki-laki), 26 mg/hari  (perempuan), Usia 16-18 tahun: 15 mg/hari  (laki-laki), 26 mg/hari (perempuan).

Nah itu yang harus dipersiapkan orang tua dalam memberikan taat gizi di dalam anak. Sehingga anak bisa tumbuh kembang dengan baik. Untuk itu orang tua haris pandai dan cermat dalam memberikan makanan anak.

Ahmad Juremi

NHC Center

Baca Juga: Saat kehadiran anak adalah ujian

Baca Juga: Saat kehadiran anak adalaha ujian

Refrensi: Dinkes dan diolah dari berbagai sumber.

 

4 tanggapan untuk “Faham Pengetaahuan Gizi, Sebuah Tips Untuk Menyambut Kehadiran Anak 

  • 27/02/2018 pada 10:19
    Permalink

    Mendapatkan kehadiran buah hati memang selain menyiapkan peralatannya juga harus mepertimbangkan persiapan asupan gizinya juga, bagus isinya…

    Balas
    • 03/03/2018 pada 05:00
      Permalink

      terimakasih Mas Andhika Nur Afian .. Semoga bermanfaat saran dan komenya.

      Balas
  • 27/02/2018 pada 13:16
    Permalink

    Gizi yang cukup merupakan salah satu bentuk usaha kita sebagai orang tua untuk menjadikan anak dan menciptakan generasi yang lebih naik.

    Balas
    • 03/03/2018 pada 04:59
      Permalink

      Terima kasih Mas Bek… Semoga bermanfaat

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *