Kilas Balik Perobatan Tradisional (Thibun Nabawy)

Perobatan tradisional timur ( Thibun Nabawy)

Perobatan tradisional timur ( Thibun Nabawy) tentu sudah tidak asing terdengar di telinga kalangan masyarakat. Perobatan timur adalah sebuah istilah  oleh masyarakat Indonesia (Melayu), mereka  menyebutnya ilmu perobatan traditional (warisan leluhur: Menggunakan herbal, dan madu), sebagian juga klaim perobatan Alternatif, meskipun perobatan tersebut sangat alami  tanpa ada rekayasa  dan jauh dengan bahan bahaya bagi kesehatan manusia. Praktik perobatan tersebut memang mempunyai sejarah panjang dan sangat tua, dalam perkembanganya mengalami setagnasi dan banyak kendala yang harus dihadapi . Salah satunya banyaknya  tantangan dan rintangan seiring berlakunya globalisasi.

Sedangkan Negara yang mempunyai sejarah perobatan tradisional tertua adalah Cina, Mesir, Indonesia dan Yunani. Cina mengamalkan sebuh perobatan tradisional 1000 SM, seperti perobatan Akupunture, Moksa dan Canduk (Bekam). Sedangkan  Yunani sudah mengamalkan perobatan herbal atau menggunakan bahan aktif dari alam, salah satunya madu untuk berbagai macam perobatan dan bahan alam tertentu. Sejarah tersebut tercatat dari berbagai situs dan berbagai sumber (Jendela Iptek). Nusatara juga tidak kalah dengan peradabanya dari negara-negara tua tersebut. Patut dibanggakan. Seperti halnya bangsa Indonesia.

Indonesia tidak  bisa dilepaskan dari warisan peradaban Nusantara

Indonesia tidak  bisa dilepaskan dari warisan peradaban Nusantara yang mempunyai catatan kelam yang sangat apik dan punya sejarah yang berkemajuan tentang ilmu pengetahuan. Tetapi, sejarah  tersebut  seakan dianggap tidak penting oleh generasi belakangan ini, bisa dikatakan tidak mempunyai bukti atau kajian ilmiah.  Sehingga  warisan leluhur lenyap dan hanya tersisa segelintir saja. dengan tegas study tentang Ilmu perobatan tradisional sudah jarang diminati, bahkan enggan untuk tau.

Klaim perobatan alternatif atau perobatan alami itu muncul seiring peradaban barat dan obat produksi orang barat  merangsek di tengah masyarakat kita. Hanya kalangan tertentu saja yang yang faham tentang kandungan yang terdapat obat dipasaran itu. Hal itu, sebagai ladang bisnis yang menjanjikan. Banyak sekali peminatnya, bisa dikatakan sangat sukses merebut pangsa pasar Indonesia yang sagat konsumtif , karena kampanye yang dilakukan dan kajian akademik sangat  santer, sehingga masuk di terima oleh masyarakat kita.

Sedangkan, banyak kalangan herbalis memberi pandangan terhadap perobatan traditional yang diklaim sebagai perobatan alternatif, ternyata sebuah anggapan kliru. Justru kebalikanya, mereka justru meluruskan. Meyakini perobatan traditional adalah perobatan utama dan layak didahulukan sebelum manusia jatuh sakit dan kronik (preventif).

-Ancien

Karena kalangan herbalis mempunyai alasan bahwa rekomendasi untuk penyembuhan hanya menggunakan bahan alami dan banyak di sekitar kita salah satunya obat herbal,  yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Masyarakat kita justru tidak mudah jatuh sakit, justru sehat dan berumur panjang.

Oleh sebab itu, banyaknya tantangan yang harus dihadapi oleh kalangan herbalis (pengamal penyembuhan alami). Salah satunya banternya tudingan dengan memakai konsep metode ilmu tradisional atau alami tersebut adalah banyaknya “klaim abal-abal”, “kurang higinis”, dan “tidak ilmiah”. Sehingga  kalangan herbalis untuk segera menyesuaikan diri demi ilmu tersebut bisa bertahan.

Praktisi Perobatan tradisional timur ( Thibun Nabawy) sebagai Mualaf Sang Pendobrak

Banyak masyarakat yang sadar, dan sekeptis terhadap obat moderen  salah satunya Jerry D. Gray, berkebangsaan Amerika. Dia adalah salah satu mantan jurnalis, yang mempunyai data valid. Sedikit banyak dia menguak  tentang Nazy dan mengkritisi sistem pemerintahan Amerika dengan ala Demokrasi Bar-Bar, dan perusahaan Farmasi raksasa. Salah satu perusahaan tersebut adalah perusahaan Bayer.  Bahkan dia harus rela mati untuk menkertisi habis. Sekarang  Jerry tinggal di Indonesia, di daerah  Cianjur. Dia pernah mengisi perkulihan umum  di IT HPA ,di Percetakan Negara, Salemba, Jakarta. Dia membedah  bukunya “Rosululloh Is My Doctor”. Dengan mengkampanyakan back to nature.

At Thibun Nabawy
Jerry D. Gray (abang damiri)

Seiring bangsa kita dilanda sebuah kajian barat yang rasional dan banyaknya obat-obatan yang  diproduksi masal di Negeri ini,  serta banjir nya obat dan vaksin import dari barat. Terasa berbanding kebalik dengan kualitas kesehatan manusia, yakni banyaknya penyakit autoimun, penyakit degeneratif, dan banyak virus yang direkayasa. Banyak  bukti penyakit virus (senjata biologi)  yang aneh yang pernah menjangkit manusia di negeri ini. hususnya di Kebun Jaruk, Jakarta. Ditandai mewabahnya virus antrak, Flu burung, dan banyak yang lainya yang belum ditemukan sebelumnya, apa lagi penyembuhanya.

Perlawananan Jerry  terhadap perusahaan farmasi berkelas dunia tersebut terasa tidak pernah redup, dia harus hijrah ke Cianjur Daerah Jawa barat yang bersahabat dengan Menteri Kesehatan  Siti Nur fadilah Supari, di Era Susilo Bambang Yudho Yono. Bahkan Jerry menilai, yang dilakukana Siti Nur fadilah supari adalah benar, yakni membuat kebijakan yang pro terhadap masyarakat, yakni menguak vaksin ada kandungan babi. Namun hal tersebut membuat Siti Nur Fadilah supari harus lenggang dari tampuk kekuasaan politik Susilo Bambang Yudhoyono, di periode pertamanya. Bahkan, banyak tuduhan miring yang mengkerdilkan Menteri kesehatan tersebut di tengah kebijakannya yang kontrofersial.

Jerry  pernah mengingatkan kepada manusia agar tidak sembrono  menkonsumsi obat dengan over dosis, gila produk (obat). Alasanya kandungan obat farmasi yang beredar di masyrakat banyak komposisi yang tidak jelas, dan banyak efek sampingnya dibanding manfaatnya. Sehingga dia menawarkan konsep perobatan traditional, Ala Cina, Ala Thibun Nabaawy,  Sebaiknya kembali ke konsep warisan leluhur.

Orang mualaf tersebut menegaskan, obat kimia adalah sangat berbahaya bagi manusia. Banyak kebohongan yang dilakukan oleh perusahaan farmasi. Penyakit dibuatnya, senjata biologi di buatnya, semata untuk memasarkan produk obatnya, untuk tujuan mengkapitalisasi dunia. Sehinga untuk tujuan meningkatkan pendapatan ekonomi negara tersebut?.

Meskipun ungkapanya tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan nyawanya. Namun, Jerry  tidak pernah patah arang demi menegakkan kebenaran tentang perobatan warisan leluhur tersebut, yakni perobatan Ala Rosululloh. Dia selalu terus menerus mengadakan perkukiahan di kota-besar besar.  Dari kampus satu ke kampus lainya. Dengan memberi pemahaman dan menyingkap kepalsuan yang dilakukan perusahaan farmasi.

Reformasi Diri dengan Penyembuhan Athibun Nabawy !

Jadi sebaiknya, istilah perobatan  herbal dirubah penyembuhan herbal atau penyembuhan dengan cara traditional, dengan bahan alami.  Banyak anggapan “obat” adalah salah satu bahan kimi tertentu yang memang tidak jelas bahanya. Sehingga, istilah obat memang sudah menjadi hal yang tidak bisa diterima di otak. Jadi kami memilih istilah ”penyembuhan herbal”, ini hanya  istilah dan persepektif dari berbagai historis  yang menjadi dasarnya.

Persoalan ini setidaknya menjadi kesadaran kita bersama!. Dengan selektif terhadap makanan dan minuman pecking Instan, apalagi obat-obatan yang kita konsumsi keseharian tersebut. Dengan rasa sekeptis atau keraguan terhadap obat-obatan berbahaya, kita tanamkan pada diri. Maka kita secara tidak langsung sudah memulai meperbaiki diri dan beralih mengamalkan perobatan tradisional yang lebih alami dan aman. Bagaimana tidak sekeptis ? karena jelas nama “obat” berarti di benak kita akan ”menolaknya’’. kenapa harus dikonsumsi keseharian hanya tujuan kesehatan sesaat ? dan nyatanya kambuh lagi?. Bahkan, efek nya sangat “buruk” bagi tubuh kita. Dengan demikian sudah sanagat jelas!.

Di era sekarang memang sangat sulit menerapkan untuk sembuh dari bahan alami, tapi itu persoalan mindset saja maka harus dirubah. Jika membiasakan diri, keluarga dan lingkungan   maka  ketagihan terhadap obat dapat terselesaikan. Dengan tegas mengganti dengan cara alami, dan cara tradisional, yang aman bagi tubuh itu. Meninggalkan obat kimia yang tidak jelas kandunganya.

Memang penyembuhan dengan bahan alami memang jauh berbeda dengan bahan obat kimia. Bahan herbal akan berkerja sebagai berikut: Detosifikasi (mengeluarkankan racun), Cleansing  and balancing (membersihkan dan menyeimbangkan), dan Refungsion (mengembalikana fungsi organ/sel).  Berbagai geja lainya seperti muntah dan gatal-gatal akan timbul. Namun itu adalah salah satu proses detoksifikasi. Oleh masyarakat kita dianggap efek berbahaya, sehingga perlu dipahami dari gejala tersebut. Karena itu jauh lebih aman dan permanen serta bisa dipastikan kesembuhannya secara total.

Kalangan herbalis biasanya menerapkan sistem titu guna penyembuhan penyakit. Jadi perlu diterangkan kepada masyarakat yang terkena kecanduan obat  bahan kimia. Dari perbedaan dan reaksi itulah yang harus dimengerti hususnya masyarakat kita dan lingkungan keluarga.

Perobatan traditional ada yang menyebut dengan konsep menyeluruh (holistic) karena biasanya trapis menggunakan dengan pendekatan science. Bisa dikatakan dengan berbagai metode Holistic. maka tidak melupakan dan dipengaruhi sebuah  Sepiritual, Emosional, Mental, dan Fisikal. Dari diri pribadi pasien dan si trapis.

Jika kita mengacu idealnya penyembuhan dengan Athibun Nabawy, yakni mengacu dengan  Siroh Bukhori Muslim. Maka, disitu banyak  kajian tentang  Imu kedokteran,  Anatomi  Fisiologi, Ilmu Gizi dan lain sebagainya. Secara garis besar mengatur Life style manusia. Konsep Ala Athibun Nabawy itu meamang masyarakat timur meyakini bersumber dari Ilahiah  atau Wahyu.

Banyak masyrakat yang sudah sekeptis terhadap obat yang diberikan. Maka  yang bisa diterima masyarakat islam,  sehingga penyembuhan tersebut jauh dari penyembuhan yang berbau dengan hurufat dan bid’ah sehingga  Athibun Nabawy sebagai solusi di era moderen.

Membangkitkan warisan leluhur tersebut bukan susah dan sulit, memang harus dibiasakan mulai dini dan merubah life style, dan prefentif sebelum jatuh sakit. Maka saatnya Athibun Nabawy unntuk dikembangkan. Penyembuhan dengan menggunakan herbal dan  penyembuhan dengan cara tradisional menjadi solusi di zaman seperti sekarang ini. Bisa dengan cara menanamkan tabi’at iman is imun pada diri masnusia. Selain itu mengamalkan penyembuhan secara tradisional. Secara tidak langsung bangga sebagai pewaris peradaban nenek moyang dan bebas dikadali oleh peradaban barat yang selalu “dicekoki” oleh obat.

Ahmad Juremi

(Trapis dan Trainer NHC Center)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *