Menerapkan Budaya Pendidikan NHC Center Untuk Menjadi Trapis Profesioanl

Budaya pendidikan (NHC Center) –

Budaya Pendidikan di NHC Center adalah salah satu pendidikan yang mengenalkan seputar tentang Athibun Nabawy bisa disebut Educare. Pendidikan yang diberikan meliputi  ketrampilan dan pengetahuan husus untuk menjadi Trapis profesional. Mencangkup  tentang Ilmu kesehatan akan diberiakan untuk membekali profesionalismenya.

Salahsatu materi pendidikan trapis NHC Center adalah;  Anatomi Fisiologi, Farmakologi, Farmakodinamika, Diagnosa Umum (Sign Of Hand, Palapasi, Lidah, dan Iridiologi), Bekam, Akupunture, Moksa, Akupunture, Refleksiologi dan Banyak Ilmu yang lainya.

Sebagaimana materi yang diberikan seperti di lingkup sekolah. Untuk menunjang pendidikan itu berlangsung di NHC Center, sangat menyesuaikan kondisi, bisa dikatakan sangat fleksibel. Oleh sebab itu peserta didik (private) tidak mengalami kejenuhan. Biasanya, dilakukan  pada materi tertentu saja. Tapi sangat berbeda sama  penerapan pendidikan praktik klinis, maka lebih patuh dengan Sop klinis.

Biasanya, Kalo pendidikan lapangan ini sangat fleksibel. Sepertihalnya belajar morfologi tumbuhan (herbal). Biasanya dilakukan di tanah lapang atau kebun. Akan tetapi, tidak lepas yang namanya pemandu untuk memberi penjelasan kepada peserta.

Beda lagi sama belajar praktik, pembedahan dan penyayatan kulit, tusuk jarum (Akupunture), Mosibasi, Chiropraktik  dan diagnosa. Maka praktik tersebut harus sesuai etika klinis yang berdasarkan setandart Oprasiona (Sop), untuk menghindari Umen Error. Kenapa demikian? Karena menyangkut keselamatan kerja dan nyawa manusia. Sehingga, tidak bisa dilakukan secara mandiri. Maka, peran guru sangat penting untuk membimbing dan memberi pengarahan kepada peserta private.

Pendidikan ini bisa ditempuh dalam waktu yang tidak terlalu lama, tergantung peserta didik atau peserta private. Kemampuan mendalami materi memang menjadi keharusan, sehingga peserta lebih cakap. Namun kemampuan itu berbeda-beda ada yang lebih cakap di praktikumnya dan ada juga trampil memahami materi dan teori saja. Akan tetapi dari kedua kopetensi tersebut saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan, untukm membentuk trapis yang. Sehingga kedua kopentensi itu menjadi momok utama.

Budaya belajar berpendidikan di NHC Center biasanya harus dikarantina agar waktu menempuh pendidikan lebih maksimal. Karena, selain kemampuan memahami dan trampil dinilai tidak cukup. Maka  pembentukan karakter sebagai seorang trapis atau Herbalis bener-bener ditekankan. Salahsatunya pembekalan mental, juga tidak kalah pentingnya, agar kemandirian dan kedisiplinan membentuk kepribadianya. Supaya setelah lulus  tidak canggung menghadapai sebuah tantangan.

Biasanya setelah lulus, mereka menerapkan hasil pendidikan nya adalah dengan cara membuka peraktik  pada keluarga dan lingkunganya. Minimal bisa bermanfaat bagi-diri sendiri. Salah satu dogma nya adalah memberikan pertolongan kepada lingkungan. Dengan orientasi mendakwahkan ilmu penyembuhan ala Athibun Nabawy atu warisan Rosululloh, Sehingga dengan sebutan orang yang pandai ilmu pengobatan itu adalah Trapis.

Ketrampilan yang diberikan tidak hanya Ilmu trapis saja tapi mereka juga diberi ketrampilan berwirausaha. agar mindset mereka tidak bergantungan. Dengan tegas, landasan NHC Center adalah sebagai berikut, “ Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat kepada manusia yang lain”. Jadi itulah pekerjaan trapis adalah menolong. Sehingga mereka  sebaiknya berdikari dan mandiri dengan cara berusaha untuk ekonominya. Nah itulah, karakater yang diberikan kepada Shang trapis.

Penerapan  budaya menegerial klinis dan menegerial usaha yang didapat dari pendidiakn tersebut juga menjadi peganganya untuk perjalananya menjadi trapis yang profesional. Sehingga mereka tidak menggantungkan orang lain. Dengan itulah, mereka akan mandiri. Sebagaimana doktrin yang pernah diberikan selam menempuh pendidikan di NHC Center.

Tanggung jawab  profesionalisme yang diemban adalah peduli kepada sesama tanpa ada tendensi,  tidak memandang sebelah mata, semua sama, dengan misi kemanusiaan. Jadi  harapannya karakter trapis itu bener dijalankan setelah lulus berpendidikan. Walaupun demikian, itu juga sebuah tantangan tersendiri yang harus dihadapi sang trapis. Maka bukan sulit, karena sudah menjadi kebiasan menjalani pendidikan di NHC Center. Sehingga profesionalisme bener-bener diterapkan.

Ahmad Juremi

(NHC Center)

5 tanggapan untuk “Menerapkan Budaya Pendidikan NHC Center Untuk Menjadi Trapis Profesioanl

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *