Nasib Petani Herbal Menjadi Taruhan

Sumber yang diolah

Herbal adalah salah satu komoditas Obat atau Jamu

Herbal adalah salah satu komoditas Obat atau Jamu yang belum mendapat perhatian husus dari masyarakat dan pemerintah Indonesia sebagai penunjang hajad hidup manusia. Namun hal itu menjadi wacana kelasik bagi Petani Herbal. Sehingga mereka hanya bisa kembang kempis untuk melebarkan sayapnya. Oleh sebab itu, nasib petani herbal hanya bisa bertahan dengan cara konvensional.

Baca Juga : Nasib Petani

Memang herbal adalah salah satu bahan dasar obat yang aman dan tanpa efek samping bagi kesehatan, dan terbukti sangat efektif untuk menjamin dan menyembuhkan dari mala penyakit. Salah satu manfaat herbal adalah menangulangi penyakit lebih dini dan secara preventif serta kuratif. Sehingga, sangat baik untuk menjaga imunitas tubuh manusia. Dari  pemahaman tersebut masih dangkal oleh masyarakat kita. Jadi bukan siapa yang disalahkan, untuk melaju dan merubah pola pikir tersebut, memang harus diawali dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Mengutip dari pernyataan seorang pakar herbal, Tn. Hj.Ismail Bin Ahmad, dari  Negeri Jejawi, Malasyia, “Seandainya seoarang tau akan kandungan herbal, maka mereka akan membayarnya meskipun dengan ketulan-ketulan emas,”. Ketika memberi perkulihan di bekasi pada tahun 2011 silam.

Kendati demikian, hanya sebagian kecil masyarakat yang akan peduli dan tahu akan kandungan herbal. Karena minimnya pengetahuan tentang herbal. Selain itu, pengaruh obat dan makanan Instan juga semakin gencar melanda negeri ini. Sedangkan, kearifan leluhur bangsa Indonesia sudah di tinggalkan, salah satunya kegiatan meramu jamu dan herbal, dan perobatan kelasik bangsa Indonesia mengalami stagnasi dan tenggelam. Salah satu penyebabnya  adalah banyaknya produk barat yang membanjiri konsumen Indonesia. Hal itu sudah tidak bisa dimungkiri mewabahnya pola pikir pratis dan instan

Upaya untuk mengembangkan perobatan herbal sudah dilakukan dengan cara pendekatan kepada masyarakat, akan tetapi hanya segbagian kecil komunitas saja. Sehingga banyak nasib petani herbal yang belum bisa ditangani dan mereka  hanya  bertahan dan menanam secara konvensional artinya mereka belum produksi tanaman secara masal. Jadi perlu ada uluran tangan dari pemerintah, dinas perekonomian dan dinas kesehatan serta dinas pertanian. Jika dari stakeholder tersebut bersinergi dan berkerja sama, maka bukan tidak mungkin untuk berkembang menjadi salah satu tumbuhnya para petani herbal di Indonesai. Bahkan, ada sebagian petani herbal untuk beralih tanaman selain herbal.

Namun seiring zaman yang penuh instan ini bukan tidak mungkin, tetapi dibutuhkan sinergitas dari berbagai disiplin ilmu. Dengan harapan para generasi muda dan akademisi dan peerintah untuk turut mengembangkanya, Supaya, bisa menjawab tantangan dunia sekarang ini.

Banyaknyanya sepesies tanaman herbal yang ada di indonesia menjadi salah satu pasokan produksi. Sehingga sangat setrategis untuk dijadika iklim perekonomian di Indonesia  dan bisa menjamin nasib petani, dan para peramu jamu atau herbalis indonesia. Jika hal tersebut bisa ditangani dengan apik.

sumber yang diolah

Banyaknya industri farmasi besar  di Indonesia yang sudah beralih ke herbal. Teteapi, belum bisa memberi peluang kepada petani secara menyeluruh, dan ada juga yang kesulitan untuk memasarkan. Problem ini dialami oleh petani lokal. Hanya sebagian kecil yang bisa di serap untuk UMKM saja.

Memang harus diawali dari diri sendiri. Bukan tidak mungkin, salah satu yang  kami lakukan ini. Dengan mengawali mendirikan tempat praktik perobatan warisan leluhur dengan wadah NHC Center dengan jargon “Solution For Life”, yang memberi solusi dan menawarkan solusi kepada manusia Educare sehigga sangat berharap dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengkampanyakan seputar perobatan herbal, Thibunnabawy dan berbagai disiplin ilmu lainya.

Upaya tersebut adalah salah satu penyeimbang di zaman yang penuh instan ini, seiring banjirnya makanan dan obat yang kurang aman bagi kesehatan manusia. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah memberi jasa Trapis dan Trainer dan penyedia  bahan herbal.

Berbagai dari upaya dari diri sendiri ini, yang saya lakukan. mulai menanam hingga pemanenan. bahkan kami lakukan untuk produk jadi, itupun jarang peminatnya. kami tidak akan patah arang untuk meneruskan warisan leluhur tersebut. dengan jerih dann upaya, tantangan dan tertawaan banyak orang dari lingkungan itu merupakan menjadi semantik motivasi kami untuk menumbuhkan usaha berdikari.

sebagian besar banyaknya petani herbal memang mengalami hal demikian, sehingga mereka auntu memilih berganti tanaman. Jadi rasa optimesme mereka semakin mengempis dan untuk pilih beralih.

Jadi kembang kempisnya petani  herbal ini belum ada dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkanya, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dialaminya, salah satu persoalan tersebut adalah pangsa pasar yang begitu baik dan berdampak pada keberlanjutannya para petani tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *