Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center

Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center..Dalam dunia farmasi pasti tidak asing dengan istilah organ, salah satunya adalah organ jantung. Biasanya dalam Anatomi tubuh dibahas lebih rinci dan sangat detil diantaranya bentuk, fungsi dan bagian bagianya. Untuk mengetahuinya, dalam rangaka menjadi bagian dari ilmu yang penting di dunia medis. Memang organ ini menjadi pembahasan di dunia akademisi medis sangat santer dan gentol, karena ahir-ahir ini menjadi banyak problem manusia karena masalah jantung.

Nah dalam kajian Fisiologi jantung salah satu organ tubuh yang sangat vital fungsinya dibandingkan dengan organ tubuh lainya. Oleh sebab itu, apa bila fungsi jantung mengalami beberapa gangguan maka akan berpengaruh pada organ lainnya dan jika sistem berjalan apik dan normal maka berjalan dengan apik.

Karena fungsi jantung adalah sebagai pompa darah ke sekujur tubuh untuk kepentingan proses metabolisme dalam tubuh, dalam sisitem ini disebut sistem kardiovaskuler. Selain itu, ada keterkaitan dengan organ yang lain, baik itu pembuluh maupun yang lain.

Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center..Ada beberpa hal yang harus dipeajari dari beberapa subtopik dari organ jantung antara lain: Letak organ jantung, posisi, dan ukuranya. Pembungkus organ jantung, Otot jantung, Ruang-ruang jantung, Arteri Koroner, dan Siklus jantung.

Letak organ jantung, posisi, dan ukuranya.

Untuk ukuran jantung sangat variatif tergantung manusianya, kebanyakan sebesar kepalan tangan pada orang tersebut. Bisa diperkirakan dengan 12 cm, lebar berkisar  3,5’’ (9 cm). Sedangkan jantung berada di posisi tepat pada tulang stemum, pada ruang mediastinum, sekitar kedua paru-paru dan bersentuhan dengan diafragma. Bagian atas Organ jantung ini diatas stemal notch, diperkirakan 1/3 dari organ jantung yang berada di sebelah kanan dari midline stemum, kira kira 2/3 nya, yang berada di sebelah kiri dari midline stemum. Sedangkan bagian apek jantung di interkostal ke 5 atau tepat di bawah puting susu sebelah bagian kiri. Nah mungkin anda bisa melihat beberapa charta pada anatomi tubuh, tepat pada organ jantung maka akan digambarkannya.

Lapisan Pembungkus Jantung : Adapun lapisan Pembungkus jantung adalah sebagai berikut : Lapisan Fibrosa yaitu lapisan paling luar atau lapisan kulit luar, melindungi organ jantung ketika mengalami overditention. Lapisan ini sangat keras dan bersentuhan langsung dengan bagian dinding dalam stemum rongga torax, selain itu lapisan tersebut menghubungkan antar jaringan dengan lapisan ini diantaranya : Vena Cava, Pulmonal, Arteri, Aorta, dan Vena pulmonal.

Lapisan Parietal bisa disebut sebuah lapisan dindiding lapisan fibrosa. Lapisan jantung Visceral yaitu, lapisan perikardium yang bersentuhan dengan lapisan luar dari organ otot jantung (Epikardium).

Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center..dalam lapisan pericardium parietal dan lapisan perkardium visceral terdapat ruang atau space yang berisi pelumas atau sebuah cairan yang disebut serosa, ataudisebut cairan pelumas perikardium, berfungsi untuk melindungi dan memproteksi sebuah gesekan yang berlebihan pada saat jantung berkerja atau memompa, atau berdenyut.

Cairan tersebut diperkirakan 15-40 ml, dan jumblanya adalah sagat apik, tidak kurang dan tidak berlebihan, karena akan mempengaruhi fungsinya. Jika berlebih akan ada dampak tersendiri bagi kelangsungan kerja jantung, ataupun sebaliknya.

Lapisan Otot Jantung  ada tiga diantaranya:

Epikardium yaitu bagian luar otot jantung atau pericardium visceral. Miokardium yaitu jaringan utama otot jantung yang berfungsi atas kemampuan  kontraksi jantung.

Endokardium yaitu lapisan tipis bagian dalam otot jantung atau lapisan tipis endotel pada sel yang berhubungan langsung dengan darah dan sifatnya sangat licin untuk aliran darah, identik halnya pada sebuah sel-sel endotel pada pembuluh darah yang lainya.

Katup Jantung

Katup jantung dibagi atas dua bagian, yaitu katup yang menghubungkan antara atrium dengan vertikel yang dinamakan katup atrioventrikuler, adapun katup yang mengubungakan sirkulsi sistemik dan sirkulasi pulmonal dinamakan katup atau kelep semilunar.

Katup atrioventrikuler terdiri dari trikuspid yakni sebuah klep atau katup yang menghubungkan antara atrium kanan dengan ventrikel kanan, sedangkan katupn antriovertikuler yang lain adalah katup yang  menghubungkan antara atrium kiri dengan ventrikel kiri yang disebut dengan nama katup mitral atau biscupid.

Sedangkan katup semilunar yang terdiri dari pulmunal yakni katup yang menghubungkan antara ventrikel kanan dengan pulmonal trunk, katup semilunar yang lainya adalah katup yang menghubungkan antara vertikel kiri dengan asendence aorta yakni katup aorta.

Katup atau klep berfungsi mencegah kembalinya darah ke ruang jantung sebelumnya sesaat setelah kontraksi (sistolik) dan sesaat relaksasi (diastolik). Setiap bagian daun kelep atau katup jantung yang ditopang dengan chordae tendinea, sehingga pada saat kontraksi daun katup tidak terdorong masuk keruang, sebelumnya yang bertekanan  rendah. Chordae tendinea sendiri berikatan dengan otot.

Ruang dinding dan pembuluh darah besar jantung . Jantung ada dua bagian ruang-ruang. Atrium (serambi) dan Ventrikel (balik).

Karena atrium hanya mempompa darah dengan jarak sangat dekat, yakni ke ventrikel. Oleh karena itu ototnya atrium lebih tipis dibanding otot ventrikel.

Sedangkan ruang atrium ada dua, atrium kanan dan atrium kiri.  Demikian hanya dengan ruang ventrikel, dan dibagi lagi menjadi dua, ventrikel kanan dan ventrikel kiri.

Jadi bisa disimpulakan bahwa jantung adalah ada dua bagian ada bagian kanan: atrium kanan dan ventrikel kiri, dan jantuung dibagian kiri: atrium kiri dan ventrikel kiri.

Maka dari kedua ruang atrium memiliki bagian luar organ masing-masing yaitu aurcle. Dimana kedua atrium dihubungkan dengan satu autricle yanag berfungsi menampung darah apbila kedua atrium memiliki kelebihan  volume.

Kedua atrium bagian dalam dibatasi oleh septal atrium, yang mengalami depresi atau bisa disebut dengan septal atrium yang mengalami depresi karena dipengaruhi faktor penutupan foramen ovale saat kita lahir. Pada Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center membeberkan : Ada beberapa ostium atau muara pembuluh besar yang bisa kita amati bersama yang terdapat di kedua atrium yakni, Ostium Superior Vena Cava yang disebut sebuah muara atau lubang terdapat di ruang atrium yang kanan menghubunkan vena cava superior dengan atrium kanan.  Ostium Inferior Cava, sebuah muara atau lubang yang terdapat di atrium kanan yang menghubungkan vena cava inferior dengan atrium kanan. Ostium vena pumonalis, merupakan muara atau lobang yang terdapat diatrium kiri yang menghubungkan antara vena pulmonaris dengan atrium kiri yang mempunyai 4 muara.

Sedangkan bagian dalam ruangan ventrikel dibatasi oleh septal ventrikel, yang tersusun dari otot-otot jantung, dan masing masig ruangan dilapisi oleh sel endotelium yang kontak langsung dengan darah. Bagian otot jantung di bagian dalam ventrikel yang berupa tonjolan-tonjolan yang tidak beraturan bisa disebut dengan trabecula. Dari kedua otot atrium dan ventrikel dihubungkan dengan jaringan penghubung yang membentuk katup jantung, bisa dinamakan Sulcus Coronary, dari dua sulcus yang lain adalah anterior dan posterior interventrikuler yang eduanya menghubungkan dan pemisah antara kiri dan kanan kedua ventrikel.

Perlu di ketahui bahwa, tekanan jantung sebelah kiri lebih besar dibandingkan  jantung sebelah kanan, karena bagian kiri berhadapan dengan aliran darah yang bisa disebut dengan sistemik yang terdiri dari beberapa organ tubuh sehingga dibutuhkan tekanan yang kuat atau besar dibandingkan dengan jantung sebelah kanan, sebab hanya bertugas pada aliran dan pendistribusian ke paru-paru saja. Sehingga otot jantung sebelah kiri hususnya otot ventrikel sebelah kiri lebih tebal dibandingkan otot ventrikel bagian kanan. Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center.

Pembuluh Darah Besar Jantung: Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center..Pembuluh yang terdapat di organ tubuh manusia yang berkaitan dengan peredaran darah adalah sebagai berikut, diantaranya :

Vena Besar (Vena Cava Superior) berfungsi sebagai penghantar darah kotor dari bagaian atas diafragma ke arah atrium bagian kanan.

Vena Besar (vena Cava Inferior) yaitu berfungsi mengangkut darah kotor dari bagian bawah diafragma ke atrium kanan. Sinus Coronary, merupakan vena Besar di jantuh yang mengangkut darah kotor dari jantung itu sendiri. Pulmonary Trunk, merupakan pembuluh darah besar yang mengangkut darah kotor dari venterikel kanan ke bagian pulmonaris.

Arteri Pulmonaris adaa dua bagian : yakni kanan dan kiri, yang mengangkut darah kotor dari pulmonary trunk ke kedua paru-paru. Vena pulmonaris ada 2 dua bagian yaitu, kanan dan kiri yang membaw darah bersih dari kedua paru-paru ke atrium kiri. Assending Aorta merupakan pembuluh darah yang mengangkut darah bersih dari venterikel kiri ke arkus aorta ke cabangnya yang bertanggung jawab dengan organ tuuh bagian atas. Dessending Aorta merupakan aorta yang membawa darah bersih dan bertanggung jawab dengan organ tubuh bagian bawah.

Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center

Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center..Arteri Koroner: Pengertian Arteri koroner ini adalah arteri yang bertanggung jawab dengan jantung sendirikarena didalam darah terdapat komposisi yang banyak termasuk oksigen dan beberapa elektrolit yang sanagat vital untuk kepentingan tubuh. Jika didalam sistem tersebut tidak semestinya maka akan terjadi berbagai maslah jantung, bisa jadi lumpuhnya sistem tubuh, bahkan terjadi kematian total akibat jantung tersebut.

Arteri Koroner dibagi Dua yakni: Arteri Koroner Kiri: Didalam Arteri koroner kiri ada dua cabang yaitu Left Anterior Desenden (LAD) dan arteri sirkumflek. Dari keduanya melingkari jantungdua lekuk anatomis eksterna yakni sulcus coronary atau sulcus atrioventrikuler yang melingkari jantung antara atrium ventrikel, yang kedua disebut sulcus interventerikuler yang memisahkan kedua ventrikuler yang memisahkan kedua ventrikel. Pertemuan kedua lekuk ini dibagian permukaan posterior jantung yang merupakan bagian dari jantung yang sangat penting yakni, Kruks jantung. Sedangkan  Nodus AV node berada di titik ini.

Arteri Koroner kanan: Arteri Koroner kanan Arteri koroner kanan bertugas mensuplai darah ke atrium kanan, ventrikel kanan, permukaan bawah dan belakang ventrikel kiri, 90% mensuplai AV Node,dan 55% mensuplai SA Node.

Siklus Jantung: Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center..Karena jantung merupakan suatu bejana berhubungan, anda boleh memulai sirkulasi jantung dari mana saja. Saya akan mulai dari atrium/serambi kanan. Atrium kanan menerima darah kotor atau vena atau darah yang sudah tidak ada kandunagan oksigen dari: Superior Vena Kava, Inferior Vena Kava, Sinus Coronarius

Darah dari bagian atrium kanan, kemudian darah akan dipompakan ke bagian ventrikel kanan melintasi kelep atau katup trikuspid.
Setelah Dari ventrikel kanan, darah ditransportasikann atau dikirim dengan energi pemompaan ke arah organ paru-paru untuk mendapatkan kandungan oksigen yang masih baik.  Katup pulmonal, Pulmonal Trunk Empat (4) arteri pulmonalis, 2 ke paru-paru kanan dan 2 ke paru-paru kiri

Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center..Kemudian darah yang banyak kandungan oksigen dari paru-paru akan di trasportasikan  ke arah jantung melalui 4 vena pulmonalis (2 dari paru-paru kanan dan 2 dari paru-paru kiri)menuju atrium kiri.

Kemudian dari atrium kiri, darah akan dipompa melalui ke ventrikel kiri melewati katup biskupid atau katup mitral. Dari ventrikel kiri darah akan di pompakan ke seluruh tubuh termasuk jantung (melalui sinus valsava) sendiri melewati katup aorta. Darah dari seluruh tubuh, darah kembali balik lagi ke arah jantung melewati vena kava superior,vena kava inferior dan sinus koronarius menuju atrium kanan. Siklus darah jantung dibagi menjadi 2 bagian yakni: Siklus Sistole atau bisa disebut kontraksi jantung, Siklus Diastole atau bisa disebut relaksasi atau ekspansi jantung, Jika di tinjaun secara rinci , siklus jantung digolongkan menjadi 5 fase yaitu :Fase Ventrikel Filling, Fase Atrial Contraction, Fase Isovolumetric Contraction, Fase Ejection, Fase Isovolumetric Relaxation

Siklus jantung berjalan secara bersamaan antara jantung kanan dan jantung kiri, dimana satu siklus jantung = 1 denyut jantung = 1 beat EKG (P,q,R,s,T) hanya membutuhkan waktu kurang dari 0.5 detik.

Fase Ventrikel Filling :Sesaat setelah kedua atrium menerima darah dari masing-masing cabangnya, dengan demikian akan menyebabkan tekanan di kedua atrium naik melebihi tekanan di kedua ventrikel. Keadaan ini akan menyebabkan terbukanya katup atrioventrikular, sehingga darah secara pasif mengalir ke kedua ventrikel secara cepat karena pada saat ini kedua ventrikel dalam keadaan relaksasi (diastolic) sampai dengan aliran darah pelan seiring dengan bertambahnya tekanan di kedua ventrikel. Proses ini dinamakan dengan pengisian ventrikel atau ventrikel filling. Bahwa 60% sampai 90 % total volume darah di kedua ventrikel berasal dari pengisian ventrikel secara pasif. Dan 10% sampai 40% berasal dari kontraksi kedua atrium.

Fase Atrial Contraction: Seiring dengan aktifitas listrik jantung yang menyebabkan kontraksi kedua atrium, dimana setelah terjadi pengisian ventrikel secara pasif, disusul pengisian ventrikel secara aktif yaitu dengan adanya kontraksi atrium yang memompakan darah ke ventrikel atau yang kita kenal dengan “atrial kick”. Dalam grafik EKG akan terekam gelombang P. Proses pengisian ventrikel secara keseluruhan tidak mengeluarkan suara, kecuali terjadi patologi pada jantung yaitu bunyi jantung 3 atau cardiac murmur.

Fase Isovolumetric Contraction: Pada fase ini, tekanan di kedua ventrikel berada pada puncak tertinggi tekanan yang melebihi tekanan di kedua atrium dan sirkulasi sistemik maupun sirkulasi pulmonal. Bersamaan dengan kejadian ini, terjadi aktivitas listrik jantung di ventrikel yang terekam pada EKG yaitu komplek QRS atau depolarisasi ventrikel.

Maka dari masing2 ventrikel ini akan menyebabkan darah mengalir balik ke ruang atrium yang mempengaruhi penutupan katup atrioventrikuler untuk mencegah aliran balik darah. Penutupan katup (kelep) atrioventrikuler akan mengeluarkan bunyi jantung satu (S1) atau bisa disebut sistolic. Periode waktu antara penutupan katup AV sampai sebelum pembukaan katup semilunar dimana volume darah di kedua ventrikel tidak berubah dan semua katup dalam keadaan tertutup, proses ini dinamakan dengan fase isovolumetrik contraction.

Fase Ejection

Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center Seiring dengan besarnya tekanan di ventrikel dan proses depolarisasi ventrikel akan menyebabkan kontraksi kedua ventrikel membuka katup semilunar dan memompa darah dengan cepat melalui cabangnya masing-masing. Katup semilunar tidak mengeluarkan bunyi. Bersamaan dengan kontraksi ventrikel, Dari kedua atrium akan di isi oleh masing-masing cabangnya.

Fase Isovolumetric Relaxation

Setelah dari dua ventrikel memompakan darah, maka tekanan di kedua ventrikel menurun atau relaksasi sementara tekanan di sirkulasi sistemik dan pada sirkulasi pulmonal akan meningkat. Dalam keadaan ini akan menyebabkan aliran darah kembali ke arah kedua ventrikel, oleh sebab itu, katup semilunar akan menjadi menutup untuk mencegah aliran darah balik ke ventrikel. Penutupan katup semilunar akan mengeluarkan bunyi jantung dua (S2) atau bisa disebut tekanan diastolic. Proses relaksasi ventrikel akan terekam dalam EKG dengan gelombang T, pada saat ini juga aliran darah ke arteri koroner terjadi. Aliran balik dari sirkulasi sistemik dan pulmonal ke ventrikel juga di tandai dengan adanya dicrotic notch. Dibawah ini diberkan rincian nya Volume. Total volume darah yang terisi setelah fase pengisian ventrikel secara pasip maupun aktif ( fase ventrikel filling dan fase atrial contraction) bisa disebut dengan End Diastolic Volume (EDV)

Total EDV di bagian ventrikel kiri (LVEDV) kira-kira sebanyak 120 ml.

Total sisa volume darah di ventrikel kiri setelah kontraksi/sistolic disebut End SystolicVolume (ESV) sekitar 50 ml.

Perbedaan volume darah di ventrikel kiri antara EDV dengan ESV adalah 70 ml atau yang dikenal dengan stroke volume. (EDV-ESV= Stroke volume) (120-50= 70)Total EDV di ventrikel kiri (LVEDV) skira-kira 120 ml.

Kajian Klinis Anatomi & Fisiologi Jantung NHC Center Dari berbagai sumber yang di olah dan NHC Center : https://www.binasyifa.com/379/68/25/anatomi-dan-fisiologi-jantung-bentuk-dan-ukuran-jantung.htm dan berbagai sumbe. http://perawatankesehatan.com/anatomi-jantung-dan-fisiologinya/http://perawatankesehatan.com/anatomi-jantung-dan-fisiologinya/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *